Aurat Perempuan Dengan Perempuan Sesama Islam
Kami sering melihat wanita wanita yang datang ke tempat tempat resepsi dengan mengenakan gaun gaun pendek dan transparan atau berbelah hingga tampak betisnya.
Aurat perempuan dengan perempuan sesama islam. Walau bagaimanapun menutup bahagian bahagian tertentu badan yang boleh menaikkan syahwat lelaki walaupun mahram sendiri adalah lebih baik dan dapat menjaga maruah. Ada yang berpendapat mulai dari bawah pusar hingga lutut ada juga yang berpendapat sama dengan batasan aurat perempuan dengan mahramnya yaitu diperbolehkan menampakkan kepala bagian tubuh yang menjadi tempat perhiasan leher lengan tangan betis. Ini kerana keadaan realiti kehidupan kini begitu berbeza dengan zaman dahulu. Yaitu kepala telinga leher bagian atas dada yang biasa diberi kalung hasta dengan sedikit lengan atas yang biasa diberi hiasan lengan telapak kaki dan bagian bawah betis yang biasa diberi gelang kaki.
Ketiga aurat perempuan di hadapan sesama perempuan. Yakni kecuali kepala yang merupakan tempat mahkota wajah tempat celak leher dan dada tempat kalung telinga tempat giwang dan anting lengan atas tempat gelang lengan bawah tempat gelang tangan telapak tangan tempat. Dengan demikian batasan aurat bagi seorang perempuan muslim dengan perempuan muslim lainnya yaitu antara pusar dengan lutut. Jesteru sebaik baiknya berpakaian sempurna walaupun bersama mahram untuk menjaga maslahah seseuatu yang lebih baik.
Asasnya aurat seseorang wanita dengan mahramnya adalah di antara pusat dan lutut. Syaikh hafizhahullah kami mendengar bahwa batasan aurat antara sesama wanita adalah dari pusar hingga lutut. Sedangkan perempuan muslimah di hadapan sesama perempuan muslimah maka perempuan adalah aurat kecuali bagian tubuhnya yang biasa diberi perhiasan. Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat.